|
Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. |
|
Penulis Rinto Macho
|
|
Rabu, 02 Juni 2010 |
 Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa saat ini Rakyat terus terdesak menuju kemiskinan. Kemiskinan yang tak sanggup ditahan-tahan lagi. Tak usah lagi menunjukkan data-data kemiskinan, berapa jumlah penganggur dan apa yang diperoleh dalam sehari, kemiskinan itu mewujud dalam peri-laku hidup sehari-hari, disekitar kita selagi kita tidak menutup mata, menutup rasa. Berbagai soal yang timpang itu tentu sangat kontras dengan berbagai Potensi yang kita miliki sebagai negeri yang kaya potensi yang belum kita kelola-tapi sudah dikelola oleh PENJAJAH.
Penduduknya yang ramah dan suka tolong-menolong sekarang sikut-menyikut, sikat-menyikat. Semua itu tak lagi menjamin rakyat yang bernaung di bawah birunya langit untuk hidup bahagia dengan kebutuhan sandang, pangan dan papan yang cukup. Sebagian dari kita silau dengan tamu-tamu asing yang membagi UANG RECEH itu, bahkan nekad menyingkirkan sanak sudara demi mendapatkan komisi untuk memperkaya diri sendiri. Jalur-jalur untuk itupun disiapkan dengan patuh tanpa peduli rakyat celaka. Bahkan dengan menebar ancaman, ketakutan dan hukuman agar rakyat jera. Keberhasilan penjajah untuk terus mengendalikan kita tentu saja karena ada tangan-tangannya yang bekerja di sini. Kita kenal politik penjajah yang tak pernah usang: devide et impera, pecah belah-adu domba; sejak dahulu juga politik kolonial Belanda berlaku begitu. Memecah-belah persatuan rakyat, mengadu antar suku, etnik dan bangsa di nusantara sambil terus menancapkan dalam kuku-kuku penjajahannya. |