 Kampung wisata gedung batin merupakan satu di antara kampung tua di Kabupaten Way Kanan. Nama gedung bating bukan tanpa sebuah arti, Menurut sejarah yang diyakini masyarakat Way Kanan sampai saat ini, Nama daerah Kampung Gedung batin diyakini memiliki maksud karena disini banyak penyeimbang marga dimana diyakini disinilah banyak terdapat para keturunan Raja di Way Kanan. Saat siang hari kampung ini terasa sangat sepi, mungkin karena masyarakatnya yang mayoritas adalah petani, namun saat sore hari kita bisa lihat aktivitas masyarakat di daerah ini.
Kampung yang pembangunannya dirintis oleh Puyang Way Kanan sejak abad ke-14 masehi itu pada tahun 1808 sudah ditetapkan menjadi "kampung wisata". Maksudnya, kampung tersebut harus menjadi contoh bagi kampung lain di wilayah Way Kanan, terutama dalam hal penataan bangunan. Keunikan kampung Gedung batin antara lain: - Hanya di kampung itulah pemerintah jajahan Belanda merekomendasikan pembangunan sejumlah rumah khas adat Lampung. Rumah adat tersebut berbentuk rumah panggung, diukir, dan semua rumah tidak boleh berpaku. Untuk menguatkan sambungan satu tiang ke tiang yang lain dipasangkan pasak kayu besi. Semua rumah pun terbuat dari bahan-bahan pilihan, berupa kayu besi yang kekuatannya bisa mengalahkan besi biasa. "Buktinya, meski usia rumah kuno di Gedung Batin itu sudah mendekati 200 tahun, tapi kekuatannya dijamin. Memang sekarang kelihatannya rumah-rumah kuno itu sudah tua sekali, tapi sebenarnya rumah tersebut masih kuat. Lihat saja semua tiang bangunan rumah, seluruhnya masih utuh. Begitu juga kerangka bangunan lainnya, masih tetap kukuh," ujar Wakil Bupati Way Kanan, Bustami Zainudin
- Keberadaan lingkungannya yang ditumbuhi buah-buahan tropis, plasmanuftah tanaman langka Binjai, kepayang, enam-enam, isom kumbang, dan berbagai buah spesifik Lampung. Selain itu, kampung tersebut juga dikelilingi Sungai Way Besak.
- Ikan tapah (termasuk jenis ikan purba) yang bisa ditemukan di Way kanan, inilah salah satu kebanggaan daerah kita Way Kanan, mengapa? karena di muka bumi ini ikan ini hanya ditemukan di dua tempat, yakni di sungai-sungai pedalaman India dan di Sungai Way Besak, Way Kanan, Lampung,
Disini kampung Gedung Batin masih bisa kita lihat peninggalan budaya nenek moyang. Mulai dari arsitektur Khas lampung tempo dulu, sampai perabot-perabot lama sebagai penghias ruangan. Bangunan khas yang sudah berumur ratusan tahun di daerah ini bisa kita lihat dari bentuknya, dimana rata-rata bangunan peninggalan disini merupakan rumah panggung dengan bentuk yang khas tempo dulu. Lokasi Kampung wisata gedung batin berjarak ± 22 km dari Ibukota Kabupaten Way kanan. Selain rumah beserta perabotan tradisional masih dapat kita temukan juga indahnya panorama wisata bahari Way Besai yang dapat digunakan sebagai tempat memancing dan wisata arung jeram, sangat cocok buat dikunjungi oleh anda yang memiliki kecintaan dengan alam serta menikmati keindahan alam. |